Jumat, 27 Februari 2009
Kamis, 26 Februari 2009
Rabu, 20 Februari 2008
KEJUJURAN ITU HARGA MATI
Penulis : Yudha Yudhanto
Referensi : Bulletin Al Mustanir
Rasululloh bersabda, “Hendaklah kamu sekalian berbuat jujur. Sebab kejujuran membimbing kearah kebajikan.
Rasululloh bersabda, “Hendaklah kamu sekalian berbuat jujur. Sebab kejujuran membimbing kearah kebajikan. Dan kebajikan membimbing kearah syurga. Tiada henti-hentinya seseorang berbuat jujur dan bersungguh-sungguh dalam melakukan kejujuran sehingga dia ditulis disisi Allah sebagai orang jujur. Dan hindarilah perbuatan dusta. Sebab dusta membimbing kearah kejelekan. Dan kejelekan membimbing kearah neraka. Tiada henti-hentinya seseorang berbuat dusta dan bersungguh-sungguh dalam melakukan dusta sehingga dia ditulis disisi Allah sebagai pendusta” (HR. Bukhari Muslim)
J-u-j-u-r ! Sebuah istilah, simbol kemuliaan akhlak manusia yang mengaku beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Sebuah kata sederhana, tetapi menjadi syarat utama yang harus dibawa calon-calon pelamar penghuni Surga. Kebalikannya adalah sifat pendusta/pembohong, sebuah tindakan ‘pengecut’ dari seseorang dalam menghadapi atau menerima ujian dan karunia Allah SWT. Pendusta selalu menyembunyikan kebenaran yang telah diakui hati nuraninya dan menunjukkan ‘kebalikan’-nya kepada manusia lain dengan motif keuntungan pribadi.
Pantas sekali Allah SWT menghadiahi pendusta dengan hukuman berat. Sebuah tempat yang paling bawah di neraka sudah disediakan. Kedustaan adalah ciri orang-orang munafik. Seperti yang terukir dalam QS.63:01.
“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah". Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.”
Kejujuran adalah harga mati. Jika kejujuran hilang dari muka bumi, maka peradaban dunia tidak akan lagi bersahabat dengan manusia. Kepalsuan seorang penguasa dalam berjanji dan curang dalam mengelola negara akan menimbulkan kesusahan masal pada rakyatnya. Kepalsuan seorang karyawan untuk memperoleh keuntungan ‘haram’ dan menjilat pimpinan demi perlakuan yang lebih baik, cepat atau lambat itu akan membuat kehancuran perusahaan. Kebohongan seorang istri kepada suami dalam mengurus rumah tangga akan bermuara pada jauhnya iklim sakinah dalam keluarga, begitupun sebaliknya. Kejujuran antara suami, istri dan anak akan membuat ketentraman dan keberkahan, karena Allah SWT akan selalu menaungi keluarga hamba-Nya yang jujur.
Seorang mahasiswa yang selalu tidak jujur dalam ujian, hanya akan menghasilkan prestasi ‘semu’. Sifat tercela itu akan terus terbawa ketika bekerja dan berinteraksi dalam lingkungan berikutnya. Bukankah kebohongan yang pertama akan disusul kebohongan-kebohongan berikutnya? (hayo ngaku!)
Jurus-jurus lisan pelaku yang tidak jujur ;
- Wah, jaman susah seperti ini kog jujur!. Lha wong tidak jujur saja masih tetep susah.
- Kalo saya jujur, kapan saya bisa beli rumah dan mobil?
- Biarlah saya tidak jujur, toh hasilnya akan saya sisihkan untuk beramal dan nyumbang anak yatim. Dan saya akan bertobat dan berbuat jujur, nanti!.
- Kenapa saya harus takut?lha wong semua orang disini melakukannya yang penting TST-lah (tahu sama tahu), beres!.dsb
Begitulah seorang munafik yang akan selalu mencari kambing hitam dan pembenaran.
Begitu merajalelanya kedustaan menimbulkan kelangkaan spesies orang jujur. Sehingga orang jujur banyak dicari untuk diberi penghargaan yang istimewa.
Dalam pandangan syari’at, jujur dalam bahasa arab disebut ‘ash Sihdqun’. Demi memudahkan dalam memahami dan mengamalkannya. Kejujuran dapat diklasifikasikan pada ;
1. Jujur Hati (Shidqul Qalbi)
Begitu banyak ayat dalam Al-Qur’an yang menerangkan kalau ‘status’ kondisi hati akan mempengaruhi secara keseluruhan kepada empunya.
Hati akan mensifati semua kelakuan yang dilakukan anggota badan lainnya.
Rasululloh bersabda, “Ingatlah dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik, akan baiklah seluruh tubuh. Dan bila ia rusak, rusaklah seluruhnya. Itulah kalbu.” (HR. Bukhari)
Jika hati sudah tidak jujur berarti standar kebenaran dalam diri sudah rusak. Setiap perintah yang akan menggerakan tubuh akan melewati dulu proses quality standard di hati. Bayangkan kalo hati itu rusak! maka semua perbuatan akan dilakukan dengan standar semaunya.
Memelihara hati dilakukan dengan cara : (1) ikhlas dalam bertindak (2) memupuk tawakal (3) berusaha selalu khusyuk (4) selalu berdzikir
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenang.” (QS.13:28)
Dan hati yang salim-lah yang akan menuntun kita ke Surga. Itulah suatu hari dimana semua harta dan tahta di dunia tidak berarti sedikitpun bagi manusia.
2. Jujur saat Berucap (Shidqul Hadist)
Ucapan yang benar akan menyelamatkan dan menentramkan manusia disekitarnya. Berucap dengan jujur berarti telah memikirkan dulu setiap yang akan dikeluarkan dari rongga mulut, bukan malah berpikir belakangan setelah ucapan diutarakan.
Mengutarakan yang benar berarti berani menanggung resiko dicaci dan dipuji. Keberanian ini timbul karena keyakinan bahwa Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan sebuah kejujuran. Tidak ada yang sulit bagi Allah SWT, adalah mudah menolong hamba seketika itu juga dengan tiba-tiba dan tanpa disangka-sangka.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta'ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS.33:70-71)
Sebaliknya nasib pendusta di dunia, dia akan mencicipi siksaan. Dia akan dilabeli sebagai ‘orang ini tidak dapat dipercaya’ dan pengkhianat. Lebih celaka lagi bila didoakan tidak baik oleh semua orang yang telah teraniaya karenanya.
3. Jujur dalam Amal (Shidqul Amal)
Ucapan dan perbuatan yang tidak matching alias tidak konsekuen akan membuat kebencian yang sangat besar dari Allah SWT.
Omongan dan perbuatan ibarat langit dan bumi.
Ucapannya manis tapi perlakuannya pahit. Bicaranya halus namun perbuatannya kasar dan menyakitkan. Omdo alias omong doang!.
NATO (no action talk only). Teori tok, praktek nol.
“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS.61:2-3)
4. Jujur bila Berjanji (
Berhati-hatilah dalam membuat janji. Amati, janganlah kita termasuk orang yang pelit yakni hanya mau melakukan sesuatu kebaikan jika sudah mendapatkan sesuatu.
Jangan mudah berjanji, berusahalah jujur pada diri sendiri dan ukurlah kemampuan diri. Sehingga tidak terjebak dalam keterpaksaan dan ketidakikhlasan.
“Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfa'at) sampai ia dewasa dan penuhilah janji. sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.”(QS.17:34)
Kalaupun harus berjanji, lakukan dengan tulus. Mintalah pertolongan Allah SWT agar dimudahkan dalam melaksanakannya sehingga terpenuhi dengan tepat dan baik. Berjanji kepada siapapun, pada hakekatnya berjanji kepada Allah SWT.
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (QS.16:91)
5. Jujur dengan kenyataan (Shidqul Haal)
Manusia jujur akan menampilkan diri apa adanya, tanpa topeng yang dibuat-buat. Dia tidak akan memakai topeng orang lain dalam dirinya. Dia tanggalkan pakaian kepalsuan. Tidak perlu mendompleng nama besar orang lain. Tidak perlu bersembunyi dalam diri orang lain. Semua itu hanya akan menghasilkan profil dan status fatamorgana yang singkat. Karena cepat atau lambat manusia akan menemukan keaslian dari kita, walaupun dibungkus rapi.
Rasululloh SAW senantiasa mengingatkan kepada umatnya, “Orang yang merasa kenyang dengan apa yang tidak diterimanya sama seperti orang yang memakai dua pakaian palsu.” (HR. Muslim)
Mari kita tinggalkan segala kepalsuan yang telanjur menempeli diri kita. Hadapilah resiko kejujuran dengan berani. Pada dasarnya hanya kepada Allah lah kita merasa takut. Takut tidak bisa mempertanggungjawabkan segala perilaku kita. Takut tidak diperkenankan memasuki Surganya Allah.
Rasululloh SAW bersabda, “Pegang teguhlah 6 perkara niscaya akau memberi jaminan surga. Berbicaralah dengan jujur bila kamu berbicara.Tepatilah janji bila kamu berjanji. Sampaikanlah amanat bila kamu diamanati. Jagalah farjimu dari perbuatan zina. Palingkanlah pandanganmu dari perbuatan maksiyat. Dan, tahanlah tanganmu dari meminta-minta.” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban dari ‘Ubadah bin Shamit)
Kejujuran bukanlah suatu kelebihan tetapi sebuah kewajiban. Semoga bermanfaat.
Kunjungi Saya di http://untungwijaya.blogspot.com/
Dan kunjungi juga Outlet Online kami di http://fayruzbusanamuslim.blogspot.com/
Selasa, 19 Februari 2008
MENGAPA DOA KITA SEPERTI TIDAK DIKABULKAN ?
(Sumber : www.percikaniman.org)
Doa bukanlah bermaksud kita meminta sesuatu dan kemudian duduk memeluk tubuh tanpa melakukan sesuatu apapun. Akan tetapi doa mestilah disertai dengan usaha. Jika kita berdoa untuk dimasukkan ke dalam Syurga, kita mestilah berusaha dengan amalan-amalan soleh dan menjauhkan diri dari perkara-perkara munkar. Jika kita berdoa agar Allah melimpahkan rezeki kepada kita, kita harus bekerja keras untuk itu. Jika kita berdoa agar Allah memberi lulus ujian sekolah, maka kita harus belajar sungguh-sungguh.
Allah s.w.t mendengar segala permintaan kita. Apa saja yang kita minta pasti akan didengarNya. Dan orang-orang Islam apabila berdoa insyaAllah akan dikabulkan oleh Allah, apalagi kalau orang itu beriman dan melakukan banyak amal soleh. Akan tetapi sudah menjadi sunnatullah, bahwa ada doa yang Allah kabulkan dengan cepat, ada doa yang Allah tidak kabulkan dan ada doa yang Allah simpan untuk hari Qiamat nanti atau untuk mengganti kesusahan yang akan mengenai diri kita. Dalam sebuah hadist riwayat imam Ahmad dari Abu Said al-Khudri Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Tidak ada orang muslim yang berdoa meminta kepada Allah s.w.t. dengan doa, dimana didalamnya tidak ada dosa dan ia tidak memutuskan tali silaturrahmi, kecuali Allah akan memberinya antara tiga perkara: Pertama Allah menangguhkan permintannya untuk yang akan datang; kedua: Allah menyimpannya untuk kesempatan lain, dan; ketiga: Allah mengalihkan Darinya kejelekan dan malapetaka yang mirip dengan permintannya
Kadang-kadang kita bertanya, mengapa Allah mengkabulkan permintaan orang-orang kafir sedangkan kita orang-orang yang beriman, kadang-kadang doa kita seolah-olah tidak dikabulkan oleh Allah?
Ketahuilah bahwa ada dua kemungkinan mengapa Allah mengkabulkan permintaan hambanya.
Pertama karena Dia cinta dan sayang terhadap hamba tersebut. Dan kedua, karena Allah murka terhadap orang tersebut.
Sesungguhnya apabila Allah murka terhadap seseorang, ada kalanya Allah akan menambah rezeki seseorang, meningkatkan derajatnya dan mengkabulkan permintaanya. Orang tersebut lalu akan menjadi lebih lalai dari Allah, akan terus tenggelam dengan kenikmatan dunia dan maksiat. Akhirnya Allah akan mencabut nyawanya dalam keadaan dia lalai. Sehingga dia mati dalam keadaan buruk su'ul khatimah. Inilah yang dikatakan ulama sebagai istidraj.
Firman Allah dalam surah Al-An'am, ayat 44:
"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa."
Kadang-kadang kita juga bertanya mengapa doa kita tidak dikabulkan oleh Allah s.w.t sedangkan kita banyak mengerjakan ibadah dan taat kepadaNya?
Ada dua kemungkinan. Pertama, Allah s.w.t suka mendengar permintaan dari hamba-hambanya. Apabila Allah suka pada seseorang hamba, maka hamba tersebut diletakkannya dibawah rahmat dan perlindungannya. Allah juga akan menyimpan doa-doa hamba tersebut untuk hamba itu di hari dimana tiada guna harta dan anak. Itulah hari kiamat. Apabila tiada sesuatu yang dapat menyelamatkan hamba tersebut dari api neraka, maka ketika itu Allah akan menunjukkan kepada hamba tersebut segala doa-doanya dan ketika itu doa-doa tersebut akan dapat menyelamatkannya dari api neraka.
Dalam riwayat Aisyah r.a. berkata:
"Tidak ada seorang muslim yang berdo'a kepada Allah meminta sesuatu kemudian tidak muncul, kecuali Allah menangguhkannya untuk kesempatan lain di dunia, atau Allah menangguhkannya hingga hari qiamat nanti, kecuali ia tergesa-gesa dan putus asa". Lalu Urwah bertanya:"Wahai Ummul Mukminin, bagaimana ia tergesa-gesa dan putus asa?" Aisyah menjawab:" Misalnya ia berdoa, lalu berkata aku sudah berdoa tapi tidak diberi, atau aku telah berdoa tapi tidak dikabulkan"
Begitulah, betapa cinta dan kasih sayang Allah terhadap kita. Bukan karena Allah tidak mau memberi permintaan kita, tetapi Allah akan menyimpankannya untuk kita di hari Kiamat kelak. Itulah doa-doa orang-orang solihin, orang-orang yang taat kepada Allah s.w.t.
Kedua, doa tersebut tidak dikabulkan oleh Allah karena suatu sebab yang ada dalam diri kita. Misalnya kita meminta sesuatu kepada Allah tetapi kita tidak patuh perintahNya. Kita ingin Allah memberi sesuatu kepada kita, tetapi sangat tidak seimbang dengan apa yang kita telah lakukan untuk Allah, untuk Islam, untuk Rasulullah s.a.w?
Sanggupkan kita lakukan seperti Bilal? Yang menahan siksaan kerana keimannya kepada Allah? Sanggupkah kita lakukan seperti Saidina Abu Bakar As-Siddiq? Yang menafkahkan seluruh hartanya untuk Islam? Sanggupkah kita lakukan seperti Imam Nawawi? Yang mengorbankan siang dan malamnya, yang mengorbankan kelazatan hidup di dunia ini, untuk menegakkan ilmu agama Islam? Tidakkan kita malu, meminta dari Tuhan tetapi kita tidak patuh perintah-perintahNya?
Memintalah kepada Allah. Berdoalah kepada Allah. Tetapi dalam waktu yang sama kita juga berusaha bersungguh-sungguh untuk memenuhi perintah-perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.
Ibrahim bin Adham, seorang wali Allah pernah berkata:
- Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu tidak menunaikan hak-hak Allah. Kamu kenal Allah tetapi tidak memenuhi hak-hakNya yaitu untuk disembah.
- Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu tidak mengamalkan isi Al-Quran. Kamu senantiasa membaca Al-Quran tapi tidak kamu amalkan isi-isinya.
- Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu tidak mengamalkan sunnah Rasulullah. Kamu selalu bilang cinta kepada Rasulullah tapi kamu meninggalkan sunnahnya.
- Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu patuh kepada syaitan. Kamu mengakui bahwa syetan itu musuh kamu tetapi kamu patuhi dia.
- Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu mencampakkan diri kamu ke jurang kebinasaan. Kamu selalu berdoa supaya terhindar dari api neraka tapi kamu lemparkan dirimu sendiri ke dalamnya.
- Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, kamu ingin memasuki Syurga tapi kamu tidak melakukan amal soleh.
- Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu sedar kamu akan mati tetapi kamu tidak bersiap-siap untuk menghadapinya.
- Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu melihat Cacat dan kekurangan orang lain, tetapi cacat dan kekurangan dirimu kamu tidak pernah melihatnya. Kamu sibuk memikirkan kesalahan dan keburukan orang lain sedangkan keburukan dan kesalahan dirimu sendiri tidak pernah kau hiraukan.
- Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu merasakan kenikmatan yang diberikan Allah tetapi kamu tidak bersyukur, bersyukur dengan mematuhi segala perintah Allah.
- Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu menguburkan jenazah orang lain tapi tidak menginsafi diri kamu sendiri bahwa kelak kamu juga akan dikuburkan.
Marilah kita menjadi orang-orang yang sentiasa melakukan perintah Allah.Marilah kita bertekad tidak mengulangi segala perbuatan buruk kita.
Insya Allah, segala doa kita akan diterima oleh Allah s.w.t
Firman Allah s.w.t dalam Surah Al-Baqarah, ayat ayat 186:
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."
Wallahu a'lam
Disusun oleh Dewan Asatidz
http://www.pesantrenvirtual.com
Senin, 03 Desember 2007
Menunggu Senja

Assalamu'alaikum,
Ketemu lagi nih di pagi yang habis diguyur hujan, walaupun diluar masih ada rintik-rintik bikin kepingin pulang lagi...
Kali ini saya mau sharing pengalaman hasil jepretan saya di pantai Kelapa Tujuh Merak.
Ceritanya waktu itu saya kepingin sekali membuat foto sunset, karena matahari sore di tempat mertua (Cilegon) bagus sekali dan sangat menarik untuk di dokumentasikan.
Sekitar jam 4 sore saya bilang ke istri "kita jalan-jalan ke pantai yuk...". Saya bilang ada gak pantai yang gratisan :).
Istri saya punya ide kita harus pergi ke Pantai Kelapa Tujuh. Sekitar jam 4.30 sore saya dan istri berangkat ke Pantai tsb, dengan meninggalkan anak saya yang kalo gak salah baru berumur 1,5 tahunan untuk dititipkan ke mertua. Sesaat itu juga saya dan istri melaju dengan menggunakan motor pinjaman punya mertua. Saya melajukan motor dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam dan sampai ke lokasi sekitar 30 menitan (bisa dihitung deh barapa jaraknya).
Alhamdulillah kita berdua sampai dengan disambut suasana awan yang cerah dan tidak mendung. Langsung saja sambil menunggu sunset saya jepret sana jepret sini.
Oh iya saya ke Pantai ini membawa semua peralatan foto saya diantaranya : Nikon pocket CP 4100, Nikon SLR F801 dengan lensa pinjaman :), Tripod dan batre deh.
Nah foto yang saya upload ini adalah istri saya yang saya suruh jadi model (daripada cari model cewe lain, ntar istri bisa ngambek). Saya ingin memfoto shiluet dia, walaupun susah banget mendapatkan gaya yang oke (maklum istriku bukan foto model :)). Ya kaya ginilah gayanya pas saya jepret.
Foto ini saya ambil dengan menggunakan Nikon pocket CP 4100.
Di Pantai Kelapa Tujuh saya cukup puas jeprat sana jepret sini dan masih ada beberapa hasil jepretan saya yang lainnya yang besok-besok akan saya upload di sini.
Ya sudah segitu aja dulu pengalaman foto saya ketika mengejar sunset di Pantai Kelapa Tujuh Merak.
Wassalam.
Untung Wijaya.
Selasa, 27 November 2007
.::m3nu7u_punc4k::.

Assalamu'alaikum...
Ketemu lagi nih sama hasil jepretan saya....
Foto ini saya jepret dihalaman belakang rumah, yang kebetulan rumputnya tinggi-tinggi (belum sempet dipotongin).
Gara-gara rumputnya pada panjang, ya inilah penghuni yang ada di rumput.
Saya gak tahu nama binatang ini apaan, yang pasti sangat menarik untuk di dokumentasikan.
Sulit juga memfoto binatang ini memakai kamera pocket digital, karena saya harus ekstra hati-hati supaya binatangnya gak kabur ketika saya dekati untuk di foto, soalnya jarak antara ujung lensa dengan binatang ini sekitar 3 - 5 cm. Jadi kalo kita garasak gurusuk dipastikan binatang ini mabur...
Seperti biasa untuk menghasilkan foto yang dianggap memuaskan bagi saya, saya harus menjepret puluhan binatang ini, ya walhasil foto ini menjadi salah satu nominator untuk saya posting....
Foto ini saya edit lagi di komputer dengan menambah kontras, tapi kayanya terlalu kontras ya...
Ya udah segin aja ya, deskripsi pengalaman saya dalam menjepret binatang yang saya gak tahu namanya ini...
Wassalam,
Untung Wijaya.
Kamis, 22 November 2007
si kuning & embun pagi
Assalamu'alaikum.
Kembali lagi dengan pengalaman jepretan saya….
Kali ini saya akan menampilkan jepretan saya yang diberi judul si kuning & embun pagi. Jepretan saya ini saya peroleh pada saat saya berada di rumah mertua, di Cilegon. Ketika itu sekitar pukul 5.30 pagi saya iseng-iseng nengok ke halaman belakang rumah mertua, ternyata di salah satu sudut ada sesuatu yang menarik perhatian saya, yaitu sekuntum bunga berwarna kuning yang masih di hinggapi embun pagi.
Tatapan pertama saya ketika melihat bunga tersebut, “Subhanallah, segar sekali bunganya”. Seketika itu juga saya langsung bergegas ke dalam rumah menuju kamar, lalu saya ambil perlengkapan kamera saya, yaitu kamera pocket digital merk Nikon CP 4100 dan sebuah tripod.
Dengan tidak membuang waktu lama lagi, saya pun langsung men-set kamera saya ke mode macro dan blitz di aktifkan, mulailah jeprat – jepret.
Ternyata memfoto bunga yang ukurannya setengah telapak dengan menggunakan kamera pocket tidak semudah yang dibayangkan. Saya sampai berulang – ulang kali menjepret si bunga kuning tersebut dan sebelum saya puas akan hasil jepretannya, saya belum berhenti.
Tidak terasa setelah melewati beberapa
Nah, bagaimana pendapat teman-teman mengenai foto saya. Saya rasa masih banyak kekurangannya, tetapi saya sangat sulit untuk mendapatkan kekurangan tersebut.
Untuk itu saya minta tanggapan teman – teman mengenai jepretan saya, supaya saya bisa memperbaiki jepretan bunga saya dilain waktu, baik dari pencahayaannya, anglenya atau apapun yang bisa membuat foto saya ke depan bisa menjadi lebih baik lagi.
Oke, terimakasih sampai disini dulu upload dan pengalaman jepretan saya, mudah – mudahan di lain waktu saya bisa menyuguhkan hasil jepretan saya yang lainnya.
Untung Wijaya
Senin, 19 November 2007
desaku dikala senja....
Assalamu'alaikum...Ketemu lagi nih dalam suasana diluar yang agak mendung.
Kali ini saya akan sharing foto, yang saya buat +/- 2 tahun yang lalu.
Foto ini saya beri judul "desaku dikala senja....". Foto ini saya buat ketika mendung tebal sedang menggelayut, dan tidak lama lagi akan turun hujan yang besar.
Lokasi yang saya jepret letaknya ada di Bekasi Timur, yang dulunya adalah semak belukar yang tidak terawat. Tetapi sekarang sudah hampir berubah menjadi Perumahan Elite di Bekasi Timur (karena proyeknya sedang berjalan).
Kenapa saya sangat tertarik untuk menjepret moment ini, karena saya sangat takjub dengan kekuasaan Allah SWT dengan tanda-tanda alam yang akan menandakan hujan & badai yang besar.
Hasil jepretan saya dilakukan pengeditan warnanya, sehingga terlihat lebih mencekam, dan pengcropingan untuk merapihkan komposisi.
Mungkin itu saja posting hasil jepretan dan deskripsinya, segala kekurangannya saya ucapkan mohon maaf.
Wassalam.
Jumat, 16 November 2007
.::si_bunga_kuning::.
.::si_bunga_kuning::.Assalamu'alaikum....
Hi..., ketemu lagi nih....
Ini posting upload pertama saya, judulnya "si bunga kuning". Bunga ini saya jepret tidak lebih dari 1 bulan pas saya punya kamera digital pocket.
Foto ini sengaja saya edit, supaya backgroundnya biar kelihatan ngeblur.
Bunga ini saya dapat ketika saya lagi naik motor keliling-keliling dan melihat keindahan bunga di taman yang menarik hati kecil saya untuk menjepretnya.
Mudah-mudahan foto si bunga kuning bisa berkenan ya..., lain waktu saya akan upload foto yang lain deh...
Wassalam,
Untung Wijaya
Kamis, 15 November 2007
SALAM JUMPA
Salam Jumpa....
Perkenalkan nama asli saya sesuai akte kelahiran adalah Untung Wijaya, tapi waktu kecil ortu & saudara2 saya sering nyebut Uki (bukan Universitas yang itu lho....).
Kalau judul posting ini saya beri judul serba-serbi Jayander, karena saya ambil dari nama belakang saya "Jaya". Tapi supaya keren saya tambah saja belakangnya pake "nder", supaya kaya nama orang Italy (bener gak ya...).
Blog ini saya buat sebagai ajang luapan hati kecil saya yang ingin sedikit mengapresiasikan hobi saya.
Mau tahu hobi saya ? Saya punya banyak hobi, tapi yang paling saya favouritekan adalah hobi saya dalam menjeprat-jepret hal2 yang indah dan unik. Jeprat-jepret ? ("yang jelas dong kalau nulis" he... he... he...), emangnya mau ngejepret apaan sih....?
Saya menyebut istilah hasil hobi saya adalah jepretan, Hobi saya sebenarnya sudah banyak orang yang suka juga, yaitu hobi fotografi (tapi bukan Profesional kaya Bang Darwis Triadi lho...), saya hanya tukang jepret amatiran....
Awal hobi saya yang satu ini sudah lama saya senangi, awalnya ketika itu waktu saya masih SMA, Paman saya memberikan hadiah sebuah kamera merk "Olympus" second yang masih memakai film negatif (manual), dan kameranya pun masih yang pocket. Berjalan waktu, karena saya belum punya penghasilan sendiri (masih mengandalkan uang jajan pemberian ortu) hobi saya pun agak luntur, karena gak ada duit untuk beli film.
Hobi saya itu sudah hampir 6 tahun dikubur dalam-dalam, tapi waktu saya sudah menikah dan mempunyai anak yang pertama (baru berumur 1 bulanan), saya mengajukan proposal untuk membeli Kamera Digital dengan alasan untuk dokumentasi anak. Alahamdulillah wal hasil istri langsung menyetujuinya (maklum lah pas anak satu pengeluaran belum besar). Tidak ambil pikir panjang lagi saya pun langsung hunting kamera digital yang berkelas tapi sesuai dengan anggaran kantong.
Setelah beberapa hari searching di Internet akhirnya saya pun mengorder kamera digital dengan merk Nikon di www.tokodigital.com, perkiraan kamera itu saya beli bulan Maret 2007 dan sampai sekarang masih terawat dengan baik dan cukup memuaskan bagi saya.
Telah ribuan foto yang saya jepret melalui kamera Nikon kesayangan saya. Nanti hasil dari foto-foto saya akan saya upload, supaya teman-teman bisa melihat (walaupun tidak bisa menikmatinya).
Berhubung kamera digital pertama saya jenisnya Pocket Kamera, hasilnya tidak selalu memuaskan saya pada moment2 tertentu. Maka rentan 1 tahun dari kepemilikan kamera yang pertama saya mengajukan proposal yang kedua untuk membeli kamera SLR yang second, dengan alasan untuk dipakai usaha fotografi (walaupun sampai sekarang tidak terlaksana). Singkat cerita saya membeli Kamera Nikon SLR manual yang second, dan harganya lebih murah daripada kamera Pocket digital, tapi untuk moment2 tertentu hasilnya sudah cukup memuaskan saya (tapi boros di pembelian film dan scaning negatifnya).
Nah, saya sudah menceritakan sedikit serba serbi saya, nanti dalam kesempatan yang lain saya akan bercerita lagi atau bahkan saya akan mengupload foto saya, dan saya harap teman-teman dapat memberikan komentar atau kritikan kepada saya ya....
Sekian dulu salam jumpa ini, mudah-mudahan cukup ngebosenin tulisannya....
Wassalam,
Untung Wijaya




